PADANG SELATAN | Permasalahan lingkungan perkotaan masih menjadi tantangan di Kecamatan Padang Selatan. Sampah rumah tangga yang belum terkelola optimal, rendahnya kepedulian terhadap kebersihan, serta terbatasnya partisipasi aktif masyarakat berdampak pada kualitas lingkungan, kesehatan warga, hingga citra kawasan secara keseluruhan.
Dalam 100 hari kerja kepemimpinannya, Wilman Muchtar, S.Sos., M.Si., Camat Padang Selatan, memilih bergerak cepat dan menyentuh langsung persoalan mendasar masyarakat. Dua inovasi utama pun digulirkan: My Darling (Masyarakat Sadar Lingkungan) dan Kobar Semangat (Kopi Bareng Selatan Menyala).
Peluncuran My Darling digelar di halaman Kantor Camat Padang Selatan, Senin pagi, 2 Februari 2026. Program ini menjadi tonggak awal komitmen Wilman Muchtar dalam membangun budaya peduli lingkungan berbasis partisipasi warga.
Bagi Wilman Muchtar, My Darling bukan sekadar program kebersihan. Ia adalah gerakan perubahan perilaku. “Lingkungan bersih tidak bisa dibangun hanya dengan aturan. Harus tumbuh dari kesadaran bersama,” ujarnya. Pemerintah kecamatan hadir sebagai fasilitator, sementara masyarakat menjadi pelaku utama.
My Darling dirancang dengan pendekatan edukatif, partisipatif, dan kolaboratif. Fokusnya meliputi sosialisasi sadar lingkungan, gerakan kebersihan rutin, pemilahan sampah dari sumber rumah tangga, pembentukan kader lingkungan, monitoring berbasis partisipasi warga, hingga pembentukan Satgas My Darling di setiap kelurahan sebagai ujung tombak pelaksanaan.
Selain aspek lingkungan, Wilman Muchtar juga mendorong penguatan komunikasi pembangunan melalui inovasi Kobar Semangat (Kopi Bareng Selatan Menyala). Inovasi ini menjadi ruang dialog dua arah antara pemerintah kecamatan dan masyarakat dalam suasana santai namun substansial.
Kobar Semangat rutin digelar dalam rangka rapat koordinasi pembangunan (rakorbang) di berbagai kelurahan, serta saat pemantauan kegiatan lapangan. Dengan konsep ngopi bareng, warga diberi ruang menyampaikan aspirasi, keluhan, dan usulan secara langsung tanpa sekat birokrasi.
Tujuan Kobar Semangat adalah mempercepat pelayanan publik dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Dampaknya mulai terasa, sinergi pemerintah dan warga semakin kuat, serta semangat kolaborasi tetap terjaga di tengah dinamika persoalan perkotaan Padang Selatan.
Wilman Muchtar menegaskan bahwa keberhasilan My Darling dan Kobar Semangat dalam 100 hari kerja tidak terlepas dari dukungan lintas sektor. Ia secara khusus mengapresiasi Rahmat Wijaya, Anggota DPRD Kota Padang dari Partai Gerindra Dapil Padang Selatan, yang memberikan dukungan penuh terhadap lahir dan berjalannya kedua inovasi tersebut.
Dukungan Rahmat Wijaya dinilai strategis karena memperkuat sinergi antara pemerintah kecamatan dan DPRD Kota Padang. Rahmat Wijaya dikenal aktif mendorong program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, baik dalam isu lingkungan, partisipasi warga, maupun percepatan pelayanan publik.
Ke depan, Wilman Muchtar berkomitmen menjaga keberlanjutan My Darling dan Kobar Semangat agar tidak berhenti sebagai capaian 100 hari kerja. Evaluasi rutin, penguatan peran Satgas, serta pelibatan masyarakat secara luas akan terus dilakukan demi mewujudkan Padang Selatan yang bersih, partisipatif, dan berkelanjutan.
“Ini investasi sosial jangka panjang. Lingkungan terjaga, aspirasi terserap, dan kualitas hidup masyarakat meningkat,” tutup Wilman Muchtar. Dari Padang Selatan, dua inovasi ini menjadi penanda arah kepemimpinan camat yang hadir, mendengar, dan bekerja bersama warga.
TIM RMO






