Konsultan Pengawas Kawal Ketat Proyek Longsor Rp17 Miliar di Sumbar, Transparansi Jadi Prioritas

KAB. SOLOK | Pekerjaan penanganan longsor di ruas Jalan Nasional 06053 Lubuk Salasih – Surian dengan nilai kontrak Rp17,146 miliar tengah berlangsung sejak pertengahan Juni 2025. Proyek bersumber dari APBN 2025 ini dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT. Sadewa Karya Tama, dengan masa pelaksanaan 202 hari kalender hingga akhir Desember mendatang.

Namun, sorotan utama justru tertuju pada peran konsultan pengawasan, yakni PT. Exoo Gamindo Perkasa KSO dan PT. Arci Pratama Konsultan, yang berperan sebagai garda terdepan dalam menjaga kualitas, transparansi, serta keselamatan dalam setiap tahapan pekerjaan.

Konsultan sebagai Mata dan Telinga Publik

Kehadiran konsultan pengawas dalam proyek ini tidak hanya sebatas formalitas. Mereka menjalankan fungsi krusial: memastikan seluruh pekerjaan di lapangan benar-benar sesuai dengan spesifikasi teknis, standar keselamatan, serta ketentuan kontrak.

Sejak hari pertama, konsultan aktif melakukan monitoring harian, mencatat progres pekerjaan, hingga mengawasi penggunaan material agar sesuai dengan standar mutu. Bahkan, untuk setiap pekerjaan kecil sekalipun — seperti pemasangan karung pasir penahan longsor sementara — konsultan turut memastikan fungsi teknis dan keselamatan bagi pengguna jalan tetap terjaga.

Komitmen pada Transparansi dan Akuntabilitas

PT. Exoo Gamindo Perkasa KSO bersama PT. Arci Pratama Konsultan berpegang pada prinsip transparansi. Semua temuan, catatan lapangan, hingga progres pekerjaan selalu dilaporkan secara terbuka kepada pihak berwenang. Hal ini menjadi kunci agar proyek yang menyedot dana publik Rp17 miliar lebih benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami memastikan setiap tahap pekerjaan dapat dipantau, baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Transparansi ini penting untuk menjaga kepercayaan publik,” ungkap salah satu perwakilan konsultan saat ditemui di lokasi.

Fokus pada Keselamatan dan Mutu

Selain transparansi, konsultan pengawas juga menekankan pentingnya keselamatan kerja dan mutu konstruksi. Jalur Lubuk Salasih – Surian dikenal rawan longsor dengan arus lalu lintas padat. Karena itu, konsultan selalu menegaskan kepada kontraktor agar setiap detail pekerjaan memperhatikan aspek keamanan.

Pemasangan rambu peringatan, pengaturan arus lalu lintas sementara, hingga penguatan tebing dengan material sementara — semuanya dilakukan atas koordinasi intens antara kontraktor dan konsultan. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa konsultan bukan hanya mengawasi, tetapi juga aktif mencari solusi terbaik.

Reputasi dan Pengalamanan Konsultan

Kedua konsultan pengawas ini memiliki reputasi panjang di bidang pengawasan proyek infrastruktur. Dengan pengalaman menangani proyek-proyek besar, mereka dipercaya pemerintah untuk memastikan bahwa proyek bernilai besar seperti penanganan longsor Lubuk Salasih – Surian dapat berjalan sesuai target.

Rekam jejak konsultan dalam mendampingi proyek-proyek jalan, jembatan, dan penanganan bencana sebelumnya membuat masyarakat optimistis. Kualitas pengawasan yang profesional diyakini akan mencegah potensi penyimpangan sekaligus menjamin hasil pekerjaan yang kokoh dan berumur panjang.

Harapan Publik

Warga yang sering melintas berharap proyek ini bisa menjadi solusi permanen dari persoalan longsor yang berulang setiap tahun. Dengan adanya konsultan pengawas yang serius dan ketat dalam bekerja, publik yakin kualitas pekerjaan akan lebih terjamin.

“Kalau konsultan benar-benar mengawasi seperti ini, kami sebagai masyarakat bisa lebih tenang. Anggaran besar ini tidak akan sia-sia,” ujar salah seorang pengguna jalan.

Penutup

Proyek penanganan longsor Lubuk Salasih – Surian menjadi salah satu pekerjaan penting pemerintah pusat di Sumatera Barat tahun 2025. Namun, keberhasilan proyek ini tidak hanya ditentukan oleh kontraktor pelaksana, melainkan juga oleh peran vital konsultan pengawasan.

Dengan prinsip transparansi, fokus pada keselamatan, dan pengalaman panjang, PT. Exoo Gamindo Perkasa KSO serta PT. Arci Pratama Konsultan telah menunjukkan diri sebagai penjaga mutu yang tak hanya bekerja untuk kontrak, tetapi juga untuk kepentingan masyarakat luas.

Bila konsistensi ini terus dijaga hingga proyek selesai, publik tidak hanya mendapat jalan yang lebih aman dan kokoh, tetapi juga contoh nyata bagaimana pengawasan profesional mampu menjamin dana publik benar-benar kembali dalam bentuk manfaat besar bagi rakyat.

Adam Mustaqim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *