Giat Silaturahmi Jadi Ruang Kedekatan, AKBP Andis Anshori, S.Si., S.I.K. Dengarkan Langsung Aspirasi Masyarakat

PADANG, SUMBAR | Giat silaturahmi yang dilakukan Kasat PJR Ditlantas Polda Sumbar, AKBP Andis Anshori, S.Si., S.I.K., terasa berbeda dari biasanya. Tidak ada sekat, tidak ada jarak—yang ada hanyalah kehangatan yang tumbuh perlahan di tengah pertemuan sederhana bersama masyarakat.

Langkahnya ringan, senyumnya tulus. AKBP Andis Anshori hadir bukan sebagai pejabat yang ingin dihormati, melainkan sebagai sosok yang ingin lebih dekat dan memahami. Ia menyapa satu per satu warga, menjabat tangan mereka dengan penuh rasa, seolah ingin mengatakan bahwa kehadiran polisi bukan untuk ditakuti, tetapi untuk dirasakan.

Dalam giat silaturahmi itu, suasana berubah menjadi begitu cair. Obrolan kecil mengalir, tawa pun pecah tanpa dibuat-buat. Warga yang awalnya tampak canggung, perlahan mulai terbuka, berbagi cerita tentang kehidupan mereka sehari-hari.

AKBP Andis Anshori mendengarkan dengan penuh perhatian. Tatapannya tenang, sesekali ia mengangguk, menandakan bahwa setiap cerita yang disampaikan benar-benar ia hargai. Bagi dirinya, mendengar adalah bentuk penghormatan paling sederhana namun bermakna.

“Polri itu untuk masyarakat. Jadi kita harus hadir dengan hati, bukan hanya dengan seragam,” ucapnya pelan, namun terasa kuat maknanya.

Kalimat itu bukan sekadar ucapan, tetapi tergambar nyata dalam setiap sikapnya. Ia tidak terburu-buru, tidak menjaga jarak, dan tidak membatasi interaksi. Semua berjalan alami, penuh kehangatan.

Giat silaturahmi ini menjadi ruang di mana masyarakat merasa aman untuk berbicara. Tidak ada rasa sungkan, tidak ada rasa takut. Yang ada hanyalah kedekatan yang tumbuh dari ketulusan.

Di momen itulah terlihat bahwa Polantas Sumbar memang “rancak bana”—bukan hanya karena kinerjanya di jalan raya, tetapi karena cara mereka menyentuh hati masyarakat.

AKBP Andis Anshori memahami bahwa kepercayaan tidak bisa dipaksa. Ia harus dibangun perlahan, melalui kehadiran yang konsisten dan sikap yang jujur. Dan silaturahmi seperti ini menjadi salah satu jalannya.

Duduk bersama warga, mendengar tanpa menghakimi, dan berbagi cerita sederhana—hal-hal kecil itu justru menjadi jembatan besar dalam membangun hubungan yang kuat.

Bagi jajaran PJR Ditlantas Polda Sumbar, giat ini juga menjadi pengingat bahwa tugas kepolisian tidak hanya soal ketertiban, tetapi juga tentang kemanusiaan.

Pada akhirnya, dari senyum yang terukir dan jabat tangan yang terjalin, lahir sebuah harapan: bahwa Polri akan selalu hadir sebagai bagian dari masyarakat, bukan di atasnya, tetapi bersama-sama menjaganya.

Catatan Redaksi:

Naskah ini menonjolkan sisi kehangatan, kedekatan emosional, serta nilai kemanusiaan dalam giat silaturahmi Kasat PJR Ditlantas Polda Sumbar sebagai wujud nyata Polri untuk masyarakat.

Wyndoee

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *