Wakil Presiden Mahasiswa UIN Imam Bonjol, Habib Prananda Andy, Ajak Panitia PBAK Berdiskusi Terkait Polemik Atribut Maba

Padang, 7 Agustus 2025 | Wakil Presiden Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang, Habib Prananda Andy, mengajak seluruh unsur kepanitiaan Pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) untuk berdiskusi secara terbuka guna menyelesaikan polemik yang terjadi terkait penggunaan atribut mahasiswa baru (maba) dalam kegiatan tersebut.

Dalam keterangannya, Habib Prananda menyayangkan respons panitia yang dinilainya kurang cakap dalam menanggapi kritik dan pernyataan yang disampaikan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U) terkait atribut yang dikenakan oleh mahasiswa baru.

“Panitia semestinya bisa lebih bijak dan terbuka terhadap kritik. Ini bukan hanya soal atribut, tetapi soal bagaimana pelaksanaan PBAK ini dapat mencerminkan nilai-nilai demokratis dan partisipatif di lingkungan kampus,” ujar Habib.

Ia menekankan pentingnya pelibatan DEMA-U dalam setiap proses penyelenggaraan PBAK, termasuk dalam hal-hal teknis seperti atribut. Menurutnya, pelibatan lembaga kemahasiswaan universitas merupakan bentuk kolaborasi yang sehat dalam menjamin keterbukaan dan transparansi kegiatan.

“Sudah seharusnya DEMA-U dilibatkan dalam bentuk apapun dalam pelaksanaan PBAK. Ini bukan hanya soal struktur, tetapi juga soal prinsip inklusivitas dan representasi,” tambahnya.

Polemik mengenai atribut mahasiswa baru sempat memicu perbincangan hangat di kalangan mahasiswa, terutama setelah adanya beberapa protes yang menyebutkan bahwa atribut yang diwajibkan terkesan mempersulit mahasiswa baru

Habib berharap, dengan adanya diskusi terbuka antar unsur panitia dan DEMA-U, seluruh polemik yang terjadi bisa diselesaikan secara baik tanpa merusak semangat penyambutan mahasiswa baru.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *