Tak Sekadar Tambal Sulam, BPJN II Sumbar dan Zulfikar Kurniawan Bangun Jalan Lebih Tahan Lama

SUMBAR | Pagi itu, suara alat berat memecah sunyi di salah satu ruas jalan nasional di Sumatera Barat. Debu tipis berterbangan, para pekerja bergerak sigap, dan lalu lintas sesekali melambat. Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya proyek jalan biasa. Tapi bagi mereka yang setiap hari melintas, inilah harapan—agar perjalanan jadi lebih aman, lebih nyaman, dan tidak lagi penuh was-was.

Di balik pekerjaan itu, ada peran Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) II Sumatera Barat melalui Satker PJN Wilayah II. Dan di lapangan, tanggung jawab besar itu dipegang oleh PPK 2.1 Zulfikar Kurniawan—yang memastikan setiap pekerjaan berjalan dengan baik, bukan sekadar selesai.

Bukan Cuma Perbaikan, Tapi Perhatian

Banyak orang melihat jalan diperbaiki sebagai sekadar pengaspalan ulang. Padahal, prosesnya jauh lebih panjang. Di ruas Batas Kota Sawahlunto–Muaro Kalaban, misalnya, permukaan jalan lama terlebih dulu dikupas agar lapisan baru bisa menempel dengan kuat.

Lapisan yang digunakan, AC-WC, dibuat untuk menahan beban kendaraan setiap hari. Jadi bukan hanya halus di awal, tapi juga tahan lama.

Sementara di ruas Batas Kota Solok–Sawahlunto, perbaikannya lebih dalam lagi. Jalan diperkuat dari bawah, supaya tidak cepat rusak meski dilalui kendaraan berat. Proses seperti ini memang tidak cepat, tapi hasilnya jauh lebih terasa.

Bagi Zulfikar Kurniawan, yang penting bukan sekadar jalan jadi bagus hari ini, tapi tetap kuat untuk waktu yang lama.

Dirawat, Bukan Ditunggu Rusak

Yang menarik, BPJN II Sumbar tidak menunggu jalan rusak parah dulu baru diperbaiki. Justru perawatan kecil dilakukan rutin—lubang kecil ditambal, drainase dibersihkan, bahu jalan dirapikan.

Hal-hal sederhana ini sering tidak terlihat, tapi dampaknya besar. Jalan jadi lebih awet, dan kerusakan besar bisa dihindari.

Soal Keselamatan, Tidak Bisa Ditawar

Jalan yang rusak bukan hanya bikin tidak nyaman, tapi juga berbahaya. Karena itu, setiap pekerjaan selalu mempertimbangkan keselamatan.

Genangan air dicegah, permukaan jalan diratakan, dan titik rawan diperbaiki. Semua dilakukan agar pengguna jalan bisa berkendara dengan lebih tenang.

Meski begitu, Zulfikar Kurniawan tetap mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati saat melintas di area pekerjaan. Rambu sudah dipasang, tapi kewaspadaan tetap penting.

Dampaknya Langsung Terasa

Perubahan ini tidak butuh waktu lama untuk dirasakan.

Sopir angkutan umum mulai merasakan perjalanan yang lebih nyaman. Kendaraan tidak cepat rusak. Waktu tempuh juga jadi lebih singkat.

Bagi pedagang dan pelaku usaha, jalan yang bagus berarti barang bisa sampai lebih cepat. Biaya juga bisa ditekan.

Sementara bagi masyarakat, perjalanan antar kota jadi lebih ringan—tidak lagi harus menghindari lubang atau khawatir saat hujan turun.

Dikerjakan Bersama

Apa yang terjadi di jalan-jalan ini bukan hasil kerja satu pihak saja. Ada kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, dan juga masyarakat.

Tanpa dukungan bersama, jalan yang sudah bagus pun bisa cepat rusak lagi. Karena itu, menjaga jalan juga jadi tanggung jawab bersama.

Lebih dari Sekadar Jalan

Apa yang dilakukan hari ini sebenarnya bukan hanya memperbaiki jalan. Ini tentang membuka akses, memperlancar aktivitas, dan memberi kemudahan bagi banyak orang.

Di Sumatera Barat, dengan kondisi alam yang tidak selalu mudah, jalan punya peran penting dalam menghubungkan kehidupan.

Dan lewat kerja yang konsisten, BPJN II Sumbar bersama Zulfikar Kurniawan menunjukkan bahwa pembangunan tidak harus selalu terlihat besar untuk terasa dampaknya.

Kadang, cukup dengan jalan yang mulus—perjalanan jadi lebih ringan, dan harapan pun terasa lebih dekat.

Heru

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *